Selamat Datang di Oase Qalbu

  Beritahu teman  
 

Menu Utama
. HOME
. Berita
. OASE
. Hikmah
. Lembar Jum'at
. Khutbah Jum'at
. Kisah:
   - Sahabat
   - Kaum Salaf
   - Tokoh Islam
   - Kehidupan
. Ramadhan
. Muslimah
. Keajaiban
. Sejarah
. Ghazwul Fikr
. Pergerakan
. Akhir Zaman
. Download

. Semua Topik
. Semua Arsip


Telah dikunjungi:

2.373.765  kali
sejak Juli 2007

13 pengunjung online


Newsletter Oase
Total ada 1.417 anggota

Setiap update di website ini secara otomatis akan terkirim ke Newsletter Oase (berupa artikel full). Keanggotaan Newsletter terbuka bagi siapa saja, untuk berlangganan silakan isi form berikut:

Nama Anda :
Email Anda:


Semua posting newsletter juga akan diupdate di Page Oase Qalbu


Update situs ini juga tersedia di RSS Feed berikut:

Link Islami
. Eramuslim
. Percikan Iman
. Syariah Online
. Harun Yahya


Guestbook

Silakan mengisi buku tamu sebagai tanda atas kunjungan Anda di website ini.

Baca Buku Tamu
Isi Buku Tamu


Webmaster
. Disclaimer
. Email ke Webmaster
. FAQ


Wara-nya seorang ibu
Dipublikasi pada Rabu, 24 September 2003 oleh abufaiz97
Artikel ini telah dibaca 1888 kali.
Topik: Oase

Oase Seorang ibu datang kepada Imam Ahmad bin Hambal untuk meminta fatwa mengenai pengalaman yang baru saja dialaminya.

----------

Sabili No.26 Th.IX

Seorang ibu datang kepada Imam Ahmad bin Hambal untuk meminta fatwa mengenai pengalaman yang baru saja dialaminya. Dengan wajah bimbang, ia bertanya,

"Wahai pelita umat Islam, sesungguhnya saya ini perempuan tak punya. Saking melaratnya, sampai lampu untuk menerangi rumah pun kami tak punya. Karena pada siang hari saya harus mengurus pekerjaan rumah, maka saya mencari makan untuk kami sekeluarga pada malam hari.

Yang dapat saya lakukan untuk menopang kami sekeluarga adalah dengan merajut benang. Rajutan benang itu yang akan saya jual ke pasar. Untuk melakukan pekerjaan itu, biasanya saya menunggu bulan purnama, karena cahayanya cukup untuk menerangi kegiatan merajut benang," ungkapnya kepada Imam Ahmad bin Hambal.

"Akan tetapi suatu ketika, lewatlah serombongan kafilah di depan rumah saya pada malam buta dengan membawa lampu yang sangat banyak. Maka, tidak saya sia-siakan kesempatan itu. Selagi mereka berdiri di tepi jalan pada saat lewatnya iring-iringan mereka, kesempatan itu saya gunakan untuk memintal beberapa lembar kapas," lanjut perempuan itu tertunduk.

"Adapun yang saya tanyakan adalah: apakah uang hasil penjualan benang yang saya pintal dalam cahaya lampu milik iring-iringan kafilah itu halal bagi saya?"

Dengan seksama Imam Ahmad bin Hambal mendengarkan perkataan Sang Ibu tadi. Setelah sebuah pertanyaan dilontarkan si Ibu muslimah itu, dalam kekaguman yang tidak dapat disembunyikan, Imam Ahmad balik bertanya, "Siapakah Anda, yang menaruh perhatian terhadap perkara agama sedemikian besarnya di zaman ini, pada saat masyarakat Islam telah dikuasai oleh kelalaian dan kekikiran terhadap harta?"

"Saya adalah saudara perempuan Basyar Al Hafi Rahimahullah," jawab si ibu, masih dengan kerendahan hatinya.

Mendengar jawaban itu, spontan Imam Ahmad menangis tersedu-sedu. Itu tak lain karena yang baru saja disebut oleh si ibu tadi adalah nama seorang gubernur yang saleh dan mutashawwir yang lurus hati. Beberapa saat kemudian Imam Ahmad terdiam dan belum dapat menjawab pertanyaan perempuan di hadapannya itu. Ia sibuk berdoa memohonkan rahmat atas gubernur yang shalih dan terus memujinya.

Beberapa saat kemudian, barulah beliau berkata, "Sesungguhnya kain penutup wajah yang anda kenakan adalah lebih baik daripada sorban-sorban yang kami pakai. Sesungguhnya kami ini tak patut jika dibandingkan dengan orang-orang tua yang telah mendahului kita, ya Sayyidati. Sedangkan anda, ya Sayyidati, perempuan yang demikian luhur takwanya dan rasa takutnya kepada Allah SWT. Tentang pertanyaan yang anda ajukan, sebenarnya, tanpa ijin rombongan kafilah itu, tidak halallah bagi anda uang hasil penjualan benang tersebut."


 Simpan ke PDF | Kirim ke email | Share


Komentar untuk artikel: Wara-nya seorang ibu

tstitiens, 10 Mei 2010

aduh..gitu aja ngga halal ya? Gmn dgn kita2 yg mnggunakan listrik d ktr buat main game. Berarti lebih ngga halal lg dong? Gubrak ##?$$????##??



Isi Komentar



Email : Email tidak akan ditampilkan di web
Komentar :
Tulislah komentar dengan mengikuti etika internet dan norma-norma kesopanan. Komentar yang memperolok, menghasut, dan berbau SARA akan dihapus dari server. Isi komentar menjadi tanggung jawab penulis komentar.

Security Code:




 
Nilai Artikel
Rata-rata: 4.4
Pemilih: 5


Beri nilai Artikel ini:

Luar Biasa
Sangat Bagus
Bagus
Biasa
Jelek



Ada 42 artikel pada Topik Oase, link 5 artikel sebelum dan sesudahnya:

19. Si Tuli
20. Nasihat Ibrahim bin Adham
21. Mangkuk cantik, madu, dan sehelai rambut
22. Ketangkasan lidah ulama
23. Bila ditakdirkan miskin
24. Wara-nya seorang ibu
25. Ulama meminta nasihat
26. Tiga hal membawa keuntungan
27. Tegaknya langit dan bumi
28. Sikap Abu Dzar
29. Segenggam garam dan telaga



Sebagian besar materi dalam website ini diambil dari sumber lain. Mengkopi materi dipersilakan dengan tetap mencantumkan sumber aslinya dan memperhatikan poin-poin pada halaman Disclaimer.

First Published on August 2000 by:
Engine Revised: August 20, 2007

Powered by:
PHPNuke | PHP | MySQL | Apache
Page generation: 0.094 seconds